Pariwara

Panduan Budidaya Tanaman Pare, Biar "Manis" Hasilnya

DIY GUIDE - Tanaman Pare atau disebut juga Paria sejatinya tidak asing bagi masyarakat Indonesia sebagai pelengkap aneka masakan khas Indonesia. Meski dikenal dengan rasanya yang pahit, tanaman ini punya kelebihan tersendiri terutama bagi mereka yang mau mengkonsumsinya. Di negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea, dan Cina, Pare dimanfaatkan untuk pengobatan, antara lain sebagai obat gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah. Tanaman ini bahkan telah diekstrak dan dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal atau jamu.

Buah Pare mengandung albuminoid, karbohidrat, dan pigmen. Daunnya mengandung momordisina, momordina, carantina, resin, dan minyak. Adapun akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat. Biji Pare sendiri mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial.

Ekstrak biji Pare selain digunakan sebagai bahan obat, ternyata juga dapat digunakan sebagai pembasmi larva alami yang merugikan seperti larva Aedes aegypti yang menyebarkan penyakit demam berdarah dengue atau DBD.

Nah, bagaimana sebetulnya teknik membudidayakan tanaman Pare dengan tepat agar hasilnya "manis"? Simak dan saksikan tayangan berikut ini. 

Posting Komentar

0 Komentar